Tekno

Benchmark Hard Disk dengan HDTune

June 30, 2016

Benchmark hard disk memiliki tujuan untuk menghitung performa alias kecepatan hardisk dengan melaksanakan penghitungan pada beberapa parameter semacam transfer rate juga acces time. Hasil dari penghitungan ini diharapkan dapat anda gunakan untuk acuan apa sebuah hardisk masih patut digunakan atau tidak layak.

Sekian dari tools favorit kami untuk melakukan benchmark hard disk ialah aplikasi HD Tune Free Edition. HD Tune hanya kalian gunakan tuk mem-benchmark hard disk dengan mengerjakan beberapa penghitungan pada transfer rate, burst rate, acces time, dan CPU usage. Disamping itu kalian juga dapat melihat informasi dan besaran teknis hardisk, status hardisk, mengerjakan surface test dan mengamati temperature.

Satu dari banyak kekurangan aplikasi HD Tune ialah tools versi gratis ini telah sejak lama tak mengalami update lagi, dan guna penghitungan transfer rate kalian hanya bisa menghitung kecepatan baca saja. Walaupun begitu tools ini masih admin rekomendasikan tuk digunakan sebagai salah satu software free benchmark hardisk.

Tuk melakukan benchmark hard disk, pertama-tama kalian download lebih dulu aplikasi ini dari websitenya HDtune.com. Install dan run aplikasi ini, di tab Benchmark, klik Start tuk mulai membenchmark hardisk.

Semacam yang sudah disebutkan diatas, ada 4 parameter yang dihitung pada waktu mengerjakan benchmark hardisk ini, yakni:

Transfer Rate, yakni speedity baca dan tulis kepada keseluruhan area hardisk. Sebab yang diukur cuma speedity baca saja, maka nilai transfer rate disini ialah kecepatan hardisk mengirimkan database ke komputer. Speedity baca diukur kedalam MB/sec. Value transfer rate maksimum, minimum dan avarage ditampilkan di sisi kanan. Garis biru didalam grafik memperlihatkan kinerja membaca semua disk. Makin besar nilai average yang diperoleh berarti performa hardisk makin baik.

Access Time, waktu yang dibutuhkan tuk dapat mengakses data yang diperlukan, dari kondisi idle atau diam sampai mendapatkan database tersebut. Waktu akses biasanya dihitung dan ditampilkan kedalam milisecon atau ms. Acces Time didalam grafik terlihat sebagai titik-titik kuning yang mana makin kecil nilainya memperlihatkan kinerja hardisk yang makin cepat.

Burst Rate, merupakan kecepatan yang paling tinggi didalam Megabyte per second yang mana database mampu ditransfer dari interface drive ke Sistem Operasi.

CPU Usage, memperlihatkan berapa banyak keperluan CPU yang dibutuhkan sistem untuk membaca database dari hardisk,  dihitung dalam %, makin kecil nilainya, maka bobot CPU yang digunakan hardisk tersebut makin kecil.

Dari tampilan pemindahan rate kepada grafik kalian bisa mendeteksi masalah intermiten kepada hard disk. Ada gambar satu dari banyak contoh grafik yang dihasilkan dari hardisk yang error, perhatikan seperti apa kecepatan turun jadi nyaris nol di sejumlah titik sepanjang pengujian. Bisa dilihat dengan keywords hard-drive-test .

Setelah menjalankan bechmark hardisk, hal yang harus kalian ketahui juga ialah masalah kesehatan hardisk, klik tab Health dan kalian akan menyaksikan berbagai parameter yang mungkin lebih rumit.

Secara garis besar kalian dapat mengetahui status kesehatan hardisk, apa masih Ok ataukah Failed, Sinformasi mengenai lamanya Power On Time maupun work time hardisk,  seperti didalam gambar diatas hardisk yang admin benchmark telah beroperasi sepanjang 1653 jam.

No Comments

Leave a Reply