Pariwisata

Obyek Wisata Populer Kota Cirebon Paling Favorit

June 30, 2016

Cirebon merupakan sekian dari kota paling tua di Kepulauan Jawa. Kamu bisa berkunjung ke beberapa obyek wisata di Cirebon dengan kekayaan sejarah dan pesona budaya masa lalunya yang menarik. Sebagai satu-satunya kota tua di Pulau Jawa yang ada dari 2 April tahun 1482 saat Sunan Gunung Jati mengatakan bahwa Cirebon terlepas dari kerajaan Sunda Padjadjaran, Cirebon sempat sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara.

Dari sisi geografis, Cirebon letaknya ada di jalur ramai antara wilayah Barat dengan Timur Kepulauan Jawa. Itulah potensi geografis yang mewujudkan Cirebon sebagai jalur distribusi ekonomi dan persawahan yang strategis. Cirebon sekarang ini sudah berkembang dengan kecepatan kilat, dengan keadaan infrastruktur yang lengkap dan makin baik hari demi hari. Kalian akan amat mudah menjangkau bermacam-macam obyek wisata Cirebon yang istimewa tuk dikunjungi. Ada banyak taksi, bahkan becak sebagai transportasi umum yang siap menghantarkan Kalian tuk mengitari kota Cirebon. Menikmati jajanan Cirebon merupakan salah satu rutinitas wisata yang sayang-sayang tuk dilewatkan selain membeli batik Cirebon yang tersohor itu di kawasan Kampung Batik Trusmi.

Ada banyak sekali obyek menarik di Cirebon. Dihimpun dari sejumlah sumber, berikut adalah beberapa obyek wisata di Cirebon sangat menarik dan layak Kalian kunjungi saat berada di Cirebon.

Keraton Kasepuhan

Inilah keraton sangat mewah di Cirebon, keadaannya sangat terjaga. Keraton Kasepuhan ini didirikan di tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Ada museum didalamnya, terdiri dari aneka barang pusaka dan karya lukis koleksi kerajaan. Dulu, nama keraton ini ialah Keraton Pakungwati selaku bentuk penghormatan untuk Pangeran Mas Mochammad Arifin yang pula mmepunyai gelar Panembahan Pakungwati I.

Sebagai satu obyek wisata di Cirebon yang penuh akan nilai histori, Kalian akan diajak dalam suasana Cirebon zaman dulu saat menginjakkan kaki di Keraton Kasepuhan. Akulturasi alias penggabungan budaya yang sangat kental bisa Kalian temukan di sejumlah lokasi didalam keraton, tak semata antara budaya Sunda dan Jawa, melainkan dengan sejumlah kebudayaan di dunia, misalnya Cina, Gujarat, Timur, dan Eropa.

Adanya 2 patung macan putih di pintu masuk keraton menyimbolkan bahwa Kesultanan Cirebon adalah penerus Kerajaan Padjadjaran juga memperlihatkan efek agama Hindu di masa itu. Gerbang yang mirip dengan pura di Bali, pahatan daun pintu gapura yang bertema Eropa, pagar Siti Hingilnya dari tembikar Cina, serta dinding bata merah khas Jawa yang menghiasi keraton adalah fakta dari akulturasi tersebut.

Taman Sari Gua Sunyaragi

Obyek wisata Cirebon satu ini merupakan satu kawasan cagar budaya secara luasnya 1.6 ha yang didirikan di tahun 1703 oleh Pangeran Arya Carbon. Di situlah tempat bersemedi dan istirahat Sultan Cirebon serta keluarganya. Oleh sebabnya, terkenal dengan julukan Sunyaragi. Sunya berarti sepi, Ragi maknanya raga, atau tempat bermeditasi alias menyepi.

Di area obyek wisata Cirebon ini, ada kira-kira 18 bangunan kuno yang dari sisi arsitektural merupakan akulturasi antara Indonesia klasik dan China di seluruh ornamen konstruksi. Inilah pesona obyek wisata di Cirebon ini. Tidak cuma para penyuka obyek bersejarah, para penyuka fotografi pun suka dengan lokasi Taman Sari Gua Sunyaragi dengan keadaan yang artistik. Tuk bisa masuk, Kalian harus membayar karcis masuk Taman Sari Gua Sunyaragi seharga Rp 10.000 per orang, terbuka tuk umum semenjak jam 8 pagi sampai 4 sore.

Banyu Panas Palimanan

Banyu Panas Palimanan merupakan tempat pemandian air hangat di Cirebon yang ramai didatangi wisatawan, apalagi di saat akhir minggu dan hari libur. Obyek wisata di Cirebon satu ini terletak didalam wilayah suatu pabrik semen, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa. Oleh karena itu, Kalian harus melintasi pos penjagaan yang terdapat di pabrik itu tuk bisa masuk. Warna hijau pohon-pohon dan abu-abu bebatuan kapur Gunung Kromong sangat menonjol di kawasan pemandian air hangat ini.

Banyu Panas Palimanan terkenal warga Cirebon dengan sumber air yang mengandung sulfur cukup tinggi, amat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Disediakan berbagai jenis pemandian, dengan tersedianya kamar bilas, ruang ganti, dan toilet. Tuk bisa masuk ke kawasan pemandian, Kalian harus bayar karcis masuk Banyu Panas Palimanan seharga Rp 5.000 per orang. Tuk berendam air hangat, Kalian akan dikenai biaya Rp 6.000 per orang.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Inilah masjid agung di Cirebon, berada didalam kompleks Keraton Kasepuhan, pas dekat dengan alun-alun keraton. Masjid agung ini awalnya dinamakan dengan Masjid Pakungwati, memakai nama keraton yang dulunya bernama Keraton Pakungwati. Juga masjid ini yang didirikan oleh para wali di masa Sunan Gunung Jati berkuasa menjadi sultan awal di Kesultanan Cirebon. Di lokasi mihrab, ada 3 batu keramik lantai khusus yang dulunya dipasang oleh Sunan Gunung Jati langsung beserta temannya yaitu, Sunan Bonang, serta Sunan Kalijaga.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan landmark yang unik di Cirebon, dengan 9 pintu yang melambangkan Wali Songo. Gerbang masuk ke bangunan utamanya sungguh kecil memungkinkan Para pembaca semuanya harus membungkuk tuk masuk kesana, inilah filosofi penghormatan tuk masuk kedalam rumah Allah. Konon katanya, Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan pasangan dari Masjid Agung di Demak. Masa pembangunan Masjid Agung Demak dilaksanakan, Sunan Gunung Jati memohon izin tuk membangun pasangan masjid ini di Cirebon.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman dari awalnya merupakan kawasan peradaban Kesultanan Cirebon yang didalam hubungan kesultanan kesudahannya terpecah jadi Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keraton Kasepuhan, dan Keraton Keprabon. Didirikan oleh Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Mohamad Badridin, yang memiliki gelar Sultan Anom I di tahun 1588, Keraton Kanoman ini yaitu salah satu pilar histori kota Cirebon dan perkembangan dari agama Islam di Cirebon.

Di keraton ini, ada museum yang menjadi wadah beraneka barang bersejarah, semacam Kereta Perang Paksi Naga Liman serta Kereta Jempana. Kereta Paksi Naga Liman mempunyai 2 sayap. Inilah tanda paksi alias burung yang menajadi wakil budaya Islam. Badan dan wajah kereta mirip naga yang melambangkan budaya China, tapi punya belalai layaknya gajah, melambangkan budaya agama Hindu. Di keraton ini juga bakal Kalian jumpai piringan porselen khas Tiongkok yang berlaku penghias dinding. Di masa lalu, akulturasi budaya dunia terwujud di Cirebon.

No Comments

Leave a Reply