Kesehatan

Pahami Ini Untuk Para Peserta BPJS

June 30, 2016

Munculnya BPJS Kesehatan adalah langkah maju sebab memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh struktur masyarakat. Tuk bisa memakai fasilitas jaminan ini, masyarakat harus mengerti prosedur dan peraturan BPJS Kesehatan dengan benar, dengan begitu akan lebih mempermudah kamu dalam mendapatkan fasilitas kesehatan ini.

Kunci memakai jaminan kesehatan ini ialah pemahaman yang benar seputar prosedur dan ketentuannya. Sebab dengan memahaminya, peserta dapat mengikuti sepantas aturan main yang berfungsi. Disamping itu, untuk saat ini banyak sekali proses yang tidak sama di BPJS Kesehatan. Hingga peserta perlu tahu dengan lengkap. Terdapat sejumlah hal penting yang harus dipahami oleh peserta BPJS diantaranya:

Warga Negara Wajib Menjadi Peserta BPJS

Sesuai peraturan Undang – Undang, setiap warga negara wajib sebagai peserta BPJS Kesehatan. Walaupun yang bersangkutan telah memiliki Jaminan Kesehatan yang lain. Merujuk Perpres No. 111 2013 mengenai Perubahan Dari Perpres No. 12 2013 mengenai Jaminan Kesehatan, penyedia kerja semacam BUMN, besar, menengah dan kecil paling lambat daftar tanggal 1 Januari 2015.

Paling lambat tahun 2019 semua penduduk Indonesia telah menjadi peserta BPJS Kesehatan yang dilaksanakan secara bertahap. Bagi peserta kurang mampu, pemerintah menyiapkan bantuan iuran. Bantuan iuran ialah iuran yang dibiayai oleh Pemerintah bagi fakir miskin dan tidak mampu jadi peserta program Jaminan Kesehatan.

Sistem Rujukan Berjenjang

Sistem rujukan berjenjang dikelola oleh Pemerintah, yang mana didalam Permenkes No. 1 Tahun 2012 mengenai Sistem Rujukan Layanan Kesehatan, dari pasal 5 ayat 1 mengelola bahwa Sistem Rujukan diharuskan bagi pasien yang dijadikan sebagai peserta jaminan kesehatan maupun asuransi kesehatan sosial dan penyedia layanan kesehatan.

Alur layanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan dibuka di faskes kesehatan level pertama itu jika menurut indikasi medis peserta membutuhkan perawatan atau pemeriksaan lanjut dirumah sakit peserta bakal dirujuk ke Rumah Sakit yang bekerja sama, terkecuali kedalam keadaan darurat medis peserta bisa langsung ke RS lewat UGD cukup dengan memperlihatkan kartu BPJS Kesehatannya. Jika berdasarkan Faskes I harus berobat ke rumah sakit, peserta baru dapat melakukannya dengan mendapat surat rujukan dari Faskes I. Dengan begitu, pihak Faskes I yang membuat apa peserta dapat berobat ke rumah sakit.

Proses Pendaftaran Peserta

1. Peserta menjalankan pendaftaran secara langsung di Kantor BPJS, via Web ataupun Bank yang bekerja sama.

2. BPJS Kesehatan mencetak VA alias Vitual Account dan Peserta bisa menyimpan VA itu.

3. Peserta melaksanakan pembayaran paling cepat 14 hari usai VA diterbitkan.

4. Peserta menyiapkan bukti pembayaran ke Kantor BPJS Kesehatan tuk memperoleh Kartu Peserta.

5. Peserta bisa menggunakan maupun mendapatkan jaminan layanan kesehatan pantas dengan prosedur dan indikasi dari pihak medis.

Hanya Bisa Dipakai di RS Kerjasama

Kartu BPJS sekedar bisa digunakan di Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tak semua rumah sakit menyambut pasien BPJS Kesehatan. Terdapat rumah sakit swasta yang tidak menyambut pasien BPJS.

Tidak Ada Batasan Usia

Tak seperti asuransi kesehatan, BPJS tak mematok batasan usia. Semua orang dapat berlaku peserta BPJS. Satu-satunya keterbatasan asuransi kesehatan ialah terdapatnya batasan usia. Umumnya usia maksimum yang diterima asuransi kesehatan ialah 70 tahun. Diatas usia itu asuransi sudah tak menerima.

Bahkan, sekarang ini BPJS telah membuat ketentuan baru bahwa anak-anak yang masih didalam kandungan sudah dapat didaftarkan oleh orang tuanya. Peraturan BPJS tentang anak ini sebuah kemajuan sebab asuransi baru dapat menerima usia peserta paling muda umur 6 bulan.

No Comments

Leave a Reply